Senin, 04 Agustus 2014

Talking to The Moon

I know you're somewhere out there
Somewhere far away
I want you back I want you back
My neighbours think I'm crazy
But they don't understand
You're all I have
You're all I have

At night when the stars light up my room
I sit by my self
Talking to the Moon.
Try to get to You
In hopes you're on the other side Talking to me too.
Or Am I a fool who sits alone Talking to the moon?

I'm feeling like I'm famous
The talk of the town
They say I've gone mad
Yeah I've gone mad
But they don't know what I know
Cause when the sun goes down someone's talking back
Yeah They're talking back

At night when the stars light up my room
I sit by my self Talking to the moon.
Try to get to You In hopes you're on the other side Talking to me too
Or am I a fool who sits alone
Talking to the moon?
Sudah beberapa hari ini bait-bait lagu yang dinyanyikan oleh Bruno Mars menemani hari-hari libur saya. Suara Bruno Mars yang lembut disertai dengan penghayatan yang sangat dalam membuat siapapun yang mendengarnya akan terbawa ke dalam suasana melankolis dan haru meskipun baru pertama kali mendengarnya. Setiap bait-baitnya menyimpan daya magis atas sebuah kerinduan,kesepian atas kepergian seseorang yang sangat dikasihi. Di bait pertama dikisahkan, seseorang yang yakin bahwa orang yang dikasihinya sedang berada di luar sana, di tempat yang sangat jauh meskipun seseorang yang kehilangan ini tidak tahu dimana orang yang dkasihinya berada. Di bait selanjutnya berkisah bahwa setiap malam ketika cahaya bintang-bintang menghiasi langit masuk ke kamarnya dia duduk sendiri, dan menurut imajinasi saya dia duduk di dekat jendela,menatap hampa pada bulan, bercerita betapa ia merindukan orang yang dikasihinya, bertanya pada bulan dimana orang yang dicintainya berada, ia berbicara pada bulan di langit. Orang-orang di sekitarnya, tetangganya melihatnya duduk dan berbicara sendiri dan menyangkanya gila sebagaimana yang tertulis di bait pertama. Dia tidak peduli, bagi orang lain dia terlihat gila tapi mereka tidak tahu betapa berartinya orang yang pergi meninggalkannya tersebut. Setiap malam ia selalu melakukan hal yang sama, berbicara pada bulan. Dia menjadi dikenal banyak orang, seseorang yang menjadi gila krena ditinggal orang terkasih, dia terkenal sebagai orang yang tidak waras, tapi baginya orang-orang itu tidak mengerti, bahwa ketika matahari terbenam ada yang membalas percakapan itu, dan bagi saya yang menjawab adalah dirinya sendiri, hatinya, hati yang sudah terlalu lama terluka, hati yang kedinginan akan rasa sepi, hati yang telah dibasahi oleh air mata, tidak ada orang yang membalas percakapannya, bahkan bulan itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar