Rabu, 06 Agustus 2014

Tuan Musafir

Belakangan kau menjadi begitu puitis, adakah seseorang yang mencuri hatimu? Jika iya, berbahagialah dia.
Entah kenapa aku ingin menulis sesuatu tentangmu, padahal bahan yang kucari untuk tulisanku di media massa, tapi jemariku tidak terkendali untuk menggoreskan sesuatu tentangmu. Ya, tentangmu yang telah lama pergi, pergi? sesungguhnya kau tidak pergi karena kau memang sama sekali tidak pernah datang di hidupku. Aku hanya ingin menulis satu puisi pendek untukmu, judulnya "Secangkir Rindu untuk Tuan Musafir"

Secangkir Rindu untuk Tuan Musafir

Kosong

Tidak ada komentar:

Posting Komentar