Minggu, 15 September 2013

Dua Jendela


Menapaki bumi yang tak pernah mengeluh karena dipijak
Menelusuri waktu yang tak pernah bosan berputar walau dikutuk
Berjalan perlahan dengan pandangan lurus ke depan
Merasakan sentuhan angin yang tak pernah berhenti mengembara

Aku terus menapak,berjalan dan menatap
Berdua dengan bayangan yang kuharap tak berkhianat
Menoleh ke kanan dan kiri melihat betapa terkadang dunia serasa tak adil
Tak adil,ketika aku melihat dari perspektifku sebagai manusia

Tiga langkah dihadapanku aku melihat mereka yang diabaikan kehidupan
Dimasa bodokan oleh kaum yang mulutnya semanis madu
Diacuhkan oleh mereka yang sibuk dengan lingkaran dunia mereka sendiri

Aku tidak tahu siapa yang sesungguhnya bertanggung jawab
Aku juga dibingungkan situasi yang membuat semua hal menjadi runyam
Aku tidak tahu apa yang harus aku perbuat pada mereka
Menjadi iba atau peduli,memberi dentingan receh yang takkan merubah apapun

Aku tidak mengerti apa mereka bagian dari komplotan teroganisir
Atau mereka begitu karena malas
Atau memang berada di posisi yang termarjinalkan

Ada anak kecil yang seharusnya tidur siang dirumah 
Ada remaja yang seharusnya belajar di sekolah
Ada mereka yang tua,yang seharusnya sedang duduk duduk menikmati masa tua

Lalu ketika aku melanjutkan perjalanku melewati mereka
meninggalkan gang yang dialiri air comberan busuk
Menyeberangi rel kereta yang menyimpan banyak misteri
Tibalah aku disuatu tempat dimana semua ada

Aku melihat mobil dari yang biasa sampai luar biasa
Dari yang harganya ratusan juta sampai yang miliaran 
Aku melihat orang yang petantang petenteng dengan gadget diseluruh sakunya

Dari dua jendela kulihat betapa timpangnya kehidupan mereka
Mungkin bagi kami yang biasa itu tak apa
Tapi apa yang dirasakan orang termarjinalkan tadi
Apa mereka akan merasa bahwa kehidupan menyandera kebahagiaan mereka

Aku tidak tahu apa yang kaum termarjinalkan itu pikirkan tentang aku dan kau
Tentang kita yang hanya lalu lalang di depan mereka 
Yang terkadang menatap mereka dengan tatapan risih
Aku tidak tahu apa yang harus kukatakan
Aku tidak begitu tahu apa yang akan kujawab ketika mereka bertanya
Pedulikah aku padanya
Membela diri atau menghindar
Atau pura pura menganggap mereka tiada




Tidak ada komentar:

Posting Komentar