Hari ini aku pergi ke kampus seperti
biasa,ya seperti biasa tanpa ada yang berbeda,tersenyum dan melangkah.Aku
mengikuti kelas pertama pagi ini dengan sangat antusias,kelas pidana
tentunya,hari ini kurasa interaksiku dengan dosen cukup baik,tidak pasif begitu
juga dengan teman temanku.
Materi yang kami bahas pagi tadi tentang
kesalahan,dolus maupun culpa kami review kembali,dengan tiga macam bentuk dolus
yaitu kesengajaan yang bersifat suatu tujuan untuk mencapai sesuatu atau dengan
maksud (opzet als oogmerk),kesengajaan yang bukan mengandung suatu
tujuan,melainkan disertai keinsafan bahwa suatu akibat pasti akan terjadi (opzet
bij zekerheidsbewuszijn) dan yang ketiga adalah keinsafan kemungkinan (opzet
bij mogelijkheidsbewustzijn) yaitu kesengajaan seperti keinsafan kepastian
tapi dengan disertai keinsafan bahwa sesuatu mungkin terjadi dan dua macam
bentuk culpa yaitu latta dan levis,lalu setelah dosen memberi materi kami
berdiskusi tentang kasus pemberian garansi oleh pihak bank BNI (kasusnya sudah
lama dan dijadikan bahan diskusi oleh dosen kami) yang diputus menggunakan
jenis kesalahan yang masih kami perdebatkan jenis kesengajaannya antara
jenis kesengajaan keinsafan dengan kepastian atau dengan kemungkinan,nanti
malam akan kutulis dengan singkat kasusnya.
Lalu setelah kelas pertama aku dan teman
teman makan siang di kantin psikologi alias kancil,bercerita tentang banyak hal
termasuk perilaku maba kini yang kita semua tahu bagaimana sikap sebagian maba
saat ini berbeda dengan kita dulu yang amat menaruh hormat pada senior.
Lalu setelah itu kami ke kelas
melanjutkan pelajaran hukum kebendaan perdata,dosen kami agak telat sedikit
karena ada urusan mungkin diluar,lalu dua puluh menit kemudian dosen
masuk,langsung menyuruh mengumpulkan tugas (tugas yang dua hari tiga malam
kucari referensinya karena menggunakan bahasa belanda),lalu setelah itu beliau
segera memberi materi bezit kepada kami,tiga puluh menit sudah beliau
memberi penjelasan mengenai bezit,macam macam benda,beralihnya kepemilikan dan
hak hak kebendaan,tiba pada suatu moment beliau bertanya tentang macam macam
benda selain yang telah beliau sebutkan tadi (benda bergerak dan tidak
bergerak,benda bertubuh dan tidak bertubuh serta benda yang habis karena
dipakai dan barang yang tidak habis),pertanyaan beliau adalah adakah macam
macam benda selain yang telah disebutkan,lalu aku dan temanku menjawab
ada,karena seingatku memang ada tiga macam lagi,tapi dia melihat ke arahku
sambil mengatakan apa itu,aku sedikit lupa tapi aku tahu itu ada,aku berpikir
yang terlontar malah barang siap pakai,memang ada sih tapi seharusnya yang
kusebut adalah barang yang akan ada,hah bodoh kataku,aku ingat setelah menjawab
dan untungnya beliau tidak menampik jawaban itu,lalu kelas berlanjut hingga
banyak orang yang sudah mengantuk karena waktu memang seharusnya sudah
habis,tapi tetap dilanjutkan agar tidak ketinggalan dengan kelas lain,tak
apalah kataku.
Jam satu lewat kelas kedua selesai dan
kami dibolehkan pulang,menuruni tangga dari lantai empat ke lantai satu memang
melelahkan,kakiku sakit,aku dan teman teman berjalan menuju atm bni dekat
labkom,aku duluan pulang,sendiri menelusuri jalanan depan MUI dan melewati
pepohonan rindang yang aromanya seperti aroma pohon cerry,tapi setelah itu
hatiku merasa tidak enak,entahlah,aku tidak tahu sebabnya,hanya saja tiba tiba
perasaan itu menyergap aku yang berjalan seorang diri,aku bertemu yuris,dewi
dan vella di halte pocin,mereka hendak kembali ke FKM karena ada kelas
katanya,yuris menanyakan kapan pengumuman juara OIM FH,aku jawab tidak tahu,panitia
belum mengabariku,setelah itu aku duluan pulang,lagi lagi sendiri.
Kereta lewat,kencang sekali,rakitan
manusia itu kalau diperhatikan terlihat mengerikan,lajunya kencang sekali.Hatiku
masih tidak enak,aku berjalan menuju alfamart memberi es krim untuk
mendinginkan kembali hatiku,seperti biasa yang kulakukan ketika perasan aneh
datang menghampiriku.Aku berniat membeli es krim berbentuk Sponge Bob tapi
tidak ada,makanya aku memilih Lu Ve Litee rasa coklat,keluar dari alfamart aku
langsung memakannya,teringat sunnah nabi untuk tidak makan sambil berjalan,tapi
aku tetap makan es krim itu,aku merasa bersalah tapi hatiku membutuhkan asupan
es krim supaya lebih dingin.Sampai di rumah sepi,mengucap salam pada malaikat
yang menjaga rumah ini,lalu hingga kini perasaanku masih tak menentu,antara
sepi,mengganjal atau apalah,entahlah,mungkin nanti malam perasaan ini berubah
menjadi lebih baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar