Peran Wanita Sebagai Pilar Utama Kemajuan Bangsa di
Era Globalisasi
Salah satu tokoh yang memiliki sumbangan
terbesar dalam perkembangan pemikiran
emansipasi wanita di Indonesia adalah Raden Ajeng Kartini, beliau memberikan
kesadaran pada bangsa Indonesia mengenai pentingnya peran wanita dalam hal
membangun dan memajukan bangsa.
Salah satu aspek yang saya ambil dari berbagai macam pemikiran RA Kartini adalah mengenai peran wanita sebagai pendidik utama dalam peradaban manusia.
Salah satu aspek yang saya ambil dari berbagai macam pemikiran RA Kartini adalah mengenai peran wanita sebagai pendidik utama dalam peradaban manusia.
Dalam salah satu kutipan yanga da dalam
surat RA Kartini pada N.v.Z,yang dimuat di Kolonial Weekblad,25 Desember
1902,ia mengatakan :
“……Kewajiban yang diterapkan oleh ibu alam sendiri kepada perempuan : pendidik pertama umat manusia!”.
Pemikiran yang dicetuskan oleh kartini tentang peran wanita ini ternyata tidak saja
berfokus pada pembentukan pribadi anak tapi juga bermuara ada pembentukan suatu
umat,suatu bangsa yang beradab.
Kartini memberikan kesadaran pada wanita wanita Indonesia untuk berperan aktif dengan menggunakan segala kemampuan terbaiknya..Oleh karena itu emansipasi yang digalakkan oleh Kartini sebagai langkah untuk menyadarkan Individu atau komunitas untuk menjalankan dharma yang dipikulnya sesuai dengan apa yang telah diamanatkan kepadanya.
Kartini memberikan kesadaran pada wanita wanita Indonesia untuk berperan aktif dengan menggunakan segala kemampuan terbaiknya..Oleh karena itu emansipasi yang digalakkan oleh Kartini sebagai langkah untuk menyadarkan Individu atau komunitas untuk menjalankan dharma yang dipikulnya sesuai dengan apa yang telah diamanatkan kepadanya.
Emansipasi yang ditawarkan oleh Kartini
adalah dengan cara pendidikan yang berkualitas yang merupakan hak setiap orang
tanpa membedakan apakah ia laki laki atau perempuan.Emansipasi wanita yang
digelorakan oleh Kartini bukanlah emansipasi dalam rangka mendewakan wanita menjadi
diatas segala galanya dibanding pria,ataupun dalam rangka melawan kodrat
sebagai wanita namun berfokus pada tujuan mengoptimalkan potensi besar yang
saat ini masih bersembunyi dalam diri setiap manusia dan dalam rangka
menjalankan kodrat sebagai wanitayang bermartabat dan bernilai tinggi.
Peran wanita yang utama sekali adalah
mendidik anak anaknya untuk tumbuh dan berkembang sebagaimana mestinya.Pribadi
anak adalah cerminan sang ibu yang memang sejak awal diasuh dan dididik oleh
orang tua terutama ibu.Pada seorang
ibulah lahir anak anak yang berpemikiran cemerlang dan bermoral tinggi,yang
melahirkan tokoh tokoh besar penggerak roda kehidupan suatu bangsa dan
Negara,sungguh besar peran ini sehingga bekal yang harus dimiliki oleh ibupun
haruslebih besar agar buah yang dipetik merupakan buah berkualitas terbaik.
Pada era globalisasi yang menuntut
segalanya berjalan secara sempurna,maka pemikiran emansipasi yang digalakkan Kartini
pondasi suatu bangunan,yang menjadi dasar wanita Indonesia untuk berbuat dan
yang menyertai setiap wanita Indonesia untuk menjadi seorang insan yang memikul
tanggung jawab sebagai manusia penentu peradaban.
Sebagai guru utama dalam kehidupan anak
yang akan menjadi pemimpin dan penerus bangsa maka seorang wanita harus
memiliki pengetahuan dan pendidikan yang cukup yang bisa ia berikan kepada
anaknya,terutama dalam era sekarang yang menuntut persaingan sangat ketat dalam
proses perjalanan hidup.Bagiamana akan mengasilkan insan bermutu jika sang
pendidik tidak memiliki pendidikan yang memadai ataupun berkualitas.
Ada dua point yang berkaitan dengan
pendidikan wanita sebagai langkah awal membentuk suatu peradaban yang beradab
dan berkualitas tinggi di era globalisasi ini.
Pertama,dari segi pendidikan,masih
terjadi kesenjangan dalam perolehan pendidikan yang layak bagi wanita di
Indonesia,karena tanpa disadari stigma yang menyatakan bahwa wanita tidak perlu mendapatkan pendidikan
tinggi karena hanya akan menjadi ibu rumah tangga saja masih berkembang dalam
masyarakat terutama di daerah pelosok yang masih kental akan adatnya,dari sini
dapat terlihat diskriminasi itu masih tumbuh subur di masyarakat Indonesia.
oleh karena itu diperlukan suatu pembentukan kesadaran secara merata di seluruh Indonesia tentang pentingnya pendidikan bagi setiap manusia,setiap warga Negara,dan teramat penting bagi wanita Indonesia.
oleh karena itu diperlukan suatu pembentukan kesadaran secara merata di seluruh Indonesia tentang pentingnya pendidikan bagi setiap manusia,setiap warga Negara,dan teramat penting bagi wanita Indonesia.
Point kedua adalah saat ini juga banyak
berkembang wanita wanita yang mengejar pendidikan setinggi tingginya,dengan
maksud yang berbeda pertama demi kemaslahatan diri sebagai pembentuk peradaban
juga ada yang hanya berfokus pada materialistic alias hanya demi karir belaka
dengan mengindahkan kewajiban sebagi seorang pembentuk peradaban.Bahkan para
wanita modern ini begitu menuhankan karir dan jabatan.
Telah banyak kita lihat di kota kota
metropolis,wanita mengejar pendidikan hingga jenjang S3,tentunya mengejar ilmu
setinggi tingginya merupakan tindakan sangat mulia,namun banyak yang
mempergunakan hanya untuk karir belaka,bahkan dalam menjalankan perannya di
keluarga wanita justru lebih memilih menggunakan ilmu yang didapatnya untuk
mengejar suatu posisi tertinggi dalam dunia kerja,hal ini tidak masalah jika
dia mampu mengelolanya seiring sejalan dengan perannya dalam rumah tangga
dimana dalam rumah kecil itu telah menunggu anak anak untuk diasuh,dididik,diberikan
kasih sayang sebanyak banyaknya,alangakah mulianya seorang wanita yang mampu
berperan sebagai ibu yang baik penyedia amunisi tokoh tokoh yang akan memimpin
bangsa yang sekaligus berperan sebagai dokter,pns,jaksa dan peran lainnya dalam
dunia masyarakat yang semakin kompleks ini.
Namun justru realita yang umum terjadi
saat ini adalah ibu yang bertumpu pada karir dan hanya memberikan perhatian
berupa materi saja kepada anaknya.Padahal yang amat dibutuhkan anak tidak hanya
itu,materi kebutuhan utama yang ditugaskan kepada ayah,lalu apa peran
sesungguhnya wanita?,peran wanita sesungguhnya adalah dengan menerapkan ilmu
yang telah dia peroleh dengan susah payah itu kepada anak anaknya,memberikan
didikan seoptimal mungkin dengan ilmu yang ada pada dirinya.Inilah yang menjadi
visi utama Kartini yang hendak diwujudkannya pada seluruh wanita
Indonesia,menjadi ibu intelektual.
Oleh karena itu
untuk melanjutkan impian Kartini tentang Wanita Indonesia,maka yang berperan
aktif adalah Negara dalam penyediaan fasilitas pendidikan bagi seluruh warga
Negara Indonesia termasuk didalamnya wanita,dan wanita itu sendiri.Kedua
wanita,keteguhan dan kesungguhan wanita yang intelektual yang mengunakan segala
potensi dan daya upaya untu membentuk anak anak peradaban yang intelek yang
berorientasi pada kemaslahatan hidup dunia dan akhirat.
_Hwa Mae KM_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar